Cerita memulai bisnis dengan modal minim

Siapa yang tidak menginginkan kaya? Rasanya semua orang di dunia ini mengingingkan hidupnya sejahtera. Mereka berlomba – lomba dalam mengais rezeki di segala permasalahan hidup. Mereka harus survive dengan segala badai yang ada. Tidak banyak orang yang bisa bertahan dan bangkit kembali dari keadaan yang sulit. Masalah bertubi – tubi tanpa henti seolah tidak mengizinkan manusia untuk bernapas sejenak. Itulah kenapa orang selalu beradu kecepatan dan ketangkasan dalam mencari penghidupan.

Dunia itu kejam. Ya memang seperti itu adanya. Tidak ada yang bisa menyangkal dan membantah kiasan tersebut. Tanpa mengenal usia dan jenis kelamin, semua orang merasakan seberapa kejamnya dunia terhadap dirinya. Bila kita tidak kuat bukan tidak mungkin langsung terpuruk saat itu. Manusia harus memiliki jiwa sekuat baja untuk bisa bertahan hidup di dunia ini.

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, itulah kenapa mereka membutuhkan manusia lain untuk bertahan hidup. Tidak ada manusia yang bisa bertahan hidup dalam kesendirian di dunia ini. Sekuat apapun mereka, ada saatnya mereka membutuhkan pertolongan orang lain juga.

Bergantungnya manusia kepada orang lain bukan diartikan sebagai orang manja bukan. Memanfaatkan orang lain dalam hidup kita bukan menjadi kesalahan yang besar. Meski dalam konteks memanfaatkan orang lain ini sesuai dengan kebutuhannya, tidak berlebihan. Ada yang pernah melihat orang bisa hidup tanpa pertolongan orang lain? Atau ada yang pernah melakukannya? Rasanya tidak ada. Bersosialisasi pun bisa dikatakan memperkaya diri. Membantu orang lain pun bisa dikatakan memenuhi kebutuhan diri sendiri. Orang kaya tidak bisa hidup tanpa orang miskin, dan sebaliknya. Tidak adanya orang kaya di lingkungan kurang mampu, orang tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari – hari. Para bos tidak bisa mengembangkan bisnis smart coaching tanpa pegawai – pegawainya. Pilot tidak bisa menerbangkan pesawatnya sendiri tanpa copilot. Sekolah tidak bisa berjalan tanpa adanya guru, dan masih banyak lagi. Intinya adalah semua yang ada di dunia ini memerlukan manusia lain untuk bertahan hidup, tanpa memandang status apapun.

Berlomba – lomba untuk menjadi kaya inilah yang membedakannya. Cara orang untuk memenuhi kebutuhannya berbeda. Tidak semua orang mengikuti cara yang sama. Ribuan jalan diluaran sana dalam mendapat penghasilan. Lapangan pekerjaan bertebaran diluar sana. Disinilah kita harus bijak dalam memilih. Hasil keputusan ini yang menjadi penentu ke depannya, apa akan berkembang atau malah semakin turun. Meski roda dunia itu berputar, kita tidak tahu kedepannya bagaimana. Tetapi ini sebagai penentu keberhasilan. Jangan sampai salah memilih yang menjadikan boomerang diujung.

Keraguan memilih tidak bisa dihindari dalam mengambil keputusan ini. Banyak pemikiran – pemikiran yang sebenarnya tidak perlu lah yang menjadi pemicu. Kebanyakan orang takut untuk memulai itu semua. Terlalu banyak kemungkinan sehingga keraguan muncul dalam diri. Niatkan diri dan hantam semua keraguan untuk memulai. Bila tidak segera dilaksanakan, mau menunggu sampai kapan untuk memperkaya diri? Percayalah tidak hanya orang yang ingin memulai saja, bahkan orang sudah sukses pun masih ada keraguan dalam pikirannya.

Dari sekian banyak lapangan pekerjaan, mulai bisnis bisa menjadi pilihan. Di era modern ini sepertinya berbisnis bukan menjadi pekerjaan yang sulit. Dulu berbisnis memang memerlukan keterampilan tinggi dan pengetahuan yang besar, tetapi rasanya sekarang bukan menjadi penentu lagi. Semua orang bisa berbisnis apapun jenisnya. Bahkan tidak mengenal umur dalam berbisnis. Anak sekelas SMP pun sudah banyak memulai bisnis.